'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
PDA GARUT TERIMA 2.400 BIBIT POHON DARI PEMERINTAH UNTUK PROGRAM PENANAMAN SATU JUTA POHON
02 Oktober 2021 15:19 WIB | dibaca 161

Penulis: Widya Rinanti, Yati Rosyati

Editor: Hilda Khairunnisa

      Bermula dari peristiwa banjir sungai Cimanuk di kecamatan Cikelet, tim dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Garut melihat banyak daerah berpotensi longsor disekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) yang apabila terjadi hujan yang intens, akan menyebabkan permukaan air naik sehingga terjadi banjir. Oleh sebab itu, Lembaga Penanganan Bencana Muhammadiyah (LPBM) Daerah Garut menggagas program mitigasi bencana berupa penanaman pohon di daerah kritis di Garut. LPBM Daerah Garut bersama dengan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Garut dan Ortom bersinergi untuk mengimplementasikan program tersebut sebagai bentuk sinergi One Muhammadiyah One Respon, agar dapat terlaksana secara maksimal dan masif. Rencananya, program yang diberi nama “Program Penanaman Satu Juta Pohon” ini akan dilakukan dari Juni 2021 hingga Mei 2022.

    Berkenaan dengan program tersebut di atas, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Garut sendiri, pada bulan September telah menerima bantuan dari Dinas Kehutanan yang bekerjasama dengan MDMC berupa 2.400 bibit pohon yang akan ditanam di daerah bencana kecamatan Talegong via Pimpinan Cabang Muhammadiyah Talegong. Jenis bibit pohon yang akan ditanam meliputi; Manglid, Albasia, Alpukat, Durian dan Pucuk merah. Hal ini diungkap oleh Yati selaku ketua PDA Garut.

sumber foto: dokumen PDA Garut

     Sampai hari ini, melalui Program Penanaman Satu Juta Pohon yang diinisiasi oleh MDMC Daerah Garut telah berhasil menanam 11.000 bibit yang tertanam di 29 sekolah dan 5 titik kebun rakyat. Jelang musim hujan gerakan tanam akan lebih intensif dilaksanakan di hutan dan lahan kritis se-kabupaten Garut. Bahkan 200.000 bibit dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah siap untuk didistribusikan ke titik-titik lahan kritis se-kabupaten Garut.

      Program Penanaman Pohon ini disambut antusias oleh warga persyarikatan maupun non persyarikatan. Namun, program ini masih terkendala dalam finansial. Gerakan Wakaf Pohon sebesar Rp 45.000,00/pohon yang akan digunakan untuk biaya transportasi pengambilan, distribusi, dan pemeliharaan bibit masih belum mendapat hasil yang cukup. Meski demikian, Widya Rinanti selaku ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PWA Jawa Barat berharap Program Penanaman Sejuta Pohon dari Garut untuk Negeri dapat menjadi contoh di setiap Pimpinan Daerah di Jawa Barat khususnya, dan dapat menular kepada wilayah lain di seluruh Indonesia. Sehingga kelestarian dan keseimbangan ekosistem dapat senantiasa terjaga guna meminimalisir resiko bencana dan lebih menjaga kualitas lingkungan hidup.

Shared Post: