'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
SERIAL KETAPANG 'AISYIYAH JAWA BARAT
14 Agustus 2021 11:08 WIB | dibaca 316

DAUN BELUNTAS: TANAMAN BERKHASIAT SEBAGAI PELUANG USAHA BARU

Ditulis oleh: Ririn Dewi Wulandari (Penggiat Ketapang 'Aisyiyah Jawa Barat)

 

Sharing kali ini pemantiknya adalah dr. Rachma, penggiat ketahanan pangan ‘Aisyiyah Kabupaten Purwakarta. Dokter yang memiliki hobi bertanam dan berternak ini memancing keingintahuan ibu-ibu anggota Ketahanan Pangan Jawa Barat akan daun Beluntas dengan mengunggah hasil panen beluntas di halaman beliau. Ia juga menambahkan berbagai resep olahan beluntas hasil browsing di internet. 

            Daun Beluntas yang sekilas mirip dengan daun kemangi itu merupakan tumbuhan semak yang bercabang banyak, berusuk halus, dan berbulu lembut. Umumnya tumbuhan ini ditanam sebagai tanaman pagar atau bahkan tumbuh liar. Daun Beluntas mempunyai kandungan berbagai bahan aktif di dalamnya dan banyak digunakan sebagai obat tradisional. Manfaat daun Beluntas tidak terlepas dari kandungan nutrisi didalamnya yang melimpah. Ekstrak daun ini diketahui mengandung serat, kalsium, beta karoten, dan beragam jenis antioksidan, seperti asam klorogenat, asam kafeat, quercetin, dan flavonoid, yang baik untuk kesehatan tubuh.

           Tak hanya itu, daun beluntas juga dinilai memiliki khasiat sebagai antiradang, antibakteri, antikanker, dan pereda nyeri alami. Khasiat-khasiat ini didukung oleh berbagai kandungan senyawa bioaktif di dalamnya.  Berikut adalah beberapa manfaat daun beluntas untuk kesehatan (sumber : alodoc.com): (1) Mengontrol kadar gula darah, (2) Menurunkan kadar kolesterol, (3) Mencegah kerusakan sel akibat paparan radikal bebas, (4) Mengurangi risiko terjadinya kanker dan (5) Mendukung proses pemulihan luka.  Menarik bukan?  Beluntas yang mempunyai segudang manfaat ibarat harta karun yang terhampar di halaman rumah kita.

         Ternyata sudah banyak anggota WAG Ketapang Jawa Barat yang sudah memanfaatkan atau mengkonsumsi daun Beluntas.  Dokter Rahma mengunggah foto telur dadar daun Beluntas hasil olahannya yang nampak lezat, sedangkan Ibu Muthia Umar, Ketua PWA Jawa Barat periode 2010-2015 menyampaikan bahwa beliau lebih suka mengonsumsinya secara langsung sebagai lalapan yang dicocol sambal terasi. Berbeda dengan ibu Suryati, Ketua Majelis Ekonomi PWA Jabar, beliau bercerita mendapatkan resep warisan dari dari ibu mertuanya dalam mengolah daun Beluntas.  “Saya diajari mertua, dibikin bothok campur tempe dan teri. Bumbunya sama seperti (bothok) biasa,” ujar beliau.  Ibu Kanthi penggiat Ketapang dari kabupaten Cirebon ternyata memiliki pengalaman menarik dengan daun Beluntas pada masa remaja dulu di rumah kos beliau.  Daun Beluntas sering dibuat urap dan sangat membantu untuk tetap bisa makan nikmat ditanggal tua.

Sumber foto: dr. Rachma

            Melengkapi sharing ibu-ibu terkait cara mengonsumsi daun Beluntas, ternyata di pasaran kita sudah bisa mendapatkan daun Beluntas yang diolah sebagai suplemen berbentuk kapsul hingga jamu atau teh herbal. Ini bisa menjadi peluang usaha bagi ibu-ibu di ranting atau cabang yang tergabung di Bina Usaha Ekonomi ‘Aisyiyah dengan mengolahnya sebagai teh herbal kemasan. Dan ini adalah potensi sekaligus peluang untuk peningkatan ekonomi keluarga disamping kita akan mendapatkan manfaat kesehatan darinya, tertarik mencoba?  Yuk menanam, mananam itu mudah.

(Sumber tulisan: alodokter.com, WAG Ketapang 'Aisyiyah Jawa Barat)

Shared Post: