'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Serial Ketapang Jawa Barat
14 Agustus 2021 12:16 WIB | dibaca 232

Bertanam di Lahan Terbatas

Ditulis oleh: Kokom Komariah

     Bunda-bunda yang berbahagia, di masa pandemi ini mengisahkan seribu cerita, salah satunya adalah kegiatan WFH (work from home) yang mengharuskan kita tinggal di rumah, segingga banyak waktu seggang yang kita miliki. Program Ketapang 'Aisyiyah sangat menginspirasi saya untuk menyalurkan keinginan saya dalam bercocok tanam. Namun apa daya rumah saya di komplek tidak ada lahan yang luas untuk bertanam. Lahan kosong yang saya miliki hanya halaman untuk parkir motor. Jadi sepertinya tidak mungkin untuk bertanam. Tapi saya tidak putus asa dan tidak kehilangan akal. "Aha" di depan pagar rumah saya yang di bawahnya selokan ada lahan kecil yang tidak dilewati orang maupun kendaraan. Maka saya kemudian membuat tempat menanam menggunakan bahan paralon. Saya lalu mengisinya untuk menanam sayuran seperti; pakcoy, kangkung, bayam merah, yang saya tanam secara bergiliran.

     Saya juga masih bisa memanfaatkan lahan sempit di depan pagar rumah saya. Di sana masih ada tempat yang tidak menghalangi orang untuk bejalan. Saya kemudian meletakkan kayu-kayu bekas buah-buahan, lalu kayu-kayu itu dibariskan dan saya masukkan karung bekas beras kedalamnya. Karung bekas itu lalu saya isi media tanam berupa tanah dan saya tanami tanaman Cabai rawit (cengek-dalam bahasa Sundanya). Saya juga mencoba menanam ubi di dalam karung. Alhamdulillah, Cengek milik saya sudah beberapa kali dipanen. Jadi kalau saya mau membuat sambal bisa saya panen. Sayuran Kangkung, Pakcoy pun pernah  beberapa kali saya panen dan masak. Lumayanlah, untuk dikonsumsi sendiri dan juga menambah kesegeran di depan rumah supaya tidak terlalu gersang.

Sumber foto: Kokom Komariah

     Perjalanan menanam saya bukan tanpa hambatan. pernah suatu ketika saya mengalami kebingungan ketika saya sudah melakukan pembibitan tanaman Melon, namun saat bibit tersebut perlu dipindahkan, saya kesulitan menemukan lahan. Kemudian saya terpikir untuk meletakkan tanaman Melon saya di lantai dua rumah saya. Lantai dua di rumah saya digunakan sebagai tempat mencuci. disampingnya ada lahan yang jarang ditempati. Akhirnya lahan itu saya gunakan untuk membuat kolam sebagai tempat budidaya ikan lele. Lumayan juga, bila sesekali saya ingin makan ikan lele, saya tinggal memanennya. Yuk teman-teman, kita manfaatkan setiap jengkal lahan yang ada disekitar kita supaya produktif dan bermanfaat bagi ketahan pangan keluarga.

Shared Post: