'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Idea
Home » Idea
Komitmen dalam kesehatan anak, 'Aisyiyah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan mensosialisasikan vaksin pentavalen
22 April 2016 09:59 WIB | dibaca 1028
oleh: iap (LPPA)

Banyak yang memandang imunisasi bukan hal yang diperbolehkan dalam Islam. Tetapi sesuai komitmennya sebagai organisasi masyarakat 'Aisyiyah mendukung program kerja pemerintah terutama yang meningkatkan kesejahteraan rakyat. Rasulullah SAW pernah memerintahkan sahabat­sahabatnya untuk mem­bawa anggota keluarga me­reka ke luar rumah saat hu­jan, kecuali bagi yang sakit. Hal ini, menurut dia, meru­pakan salah satu contoh dari Rasulullah mengenai imu­nisasi. Air hujan yang turun pada musim kemarau diya­kini bisa memberi kekebal­an bagi tubuh. Berkaca dari kejadian terebut  imunisasi tidak dilarang dalam Islam. Sebab hal itu dilakukan untuk memberikan kekebalan pada tubuh manusia. Terkait kontroversi soal halal dan haram vaksinasi,  Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyatakan bahwa vaksinasi tidak mengapa dilakukan. Salh satu vaksin yang sedang dikembangkan saat ini adalah vaksin pentavalen. Pentavalen, merupakan sebuah terobosan vaksin untuk kesehatan anak. Mengapa demikian? ternyata pentavalen dapat mengatasi kebutuhan enam dasar diphtheria, polio, pertussis, tetanus, hepatitis B, sertahib (haemophylusinfluenza tybe B). Dengan adanya pentavalen ini bayi yang tadinya harus mengalami sembilan kali suntikan untuk ke - enam vaksin di atas dapat diperingkas dengan hanya memberikan tiga kali vaksinasi saja. Sesuai data yang diperoleh hampi 9,5 juta bayi di Asia tenggara termasuk di Indonesia tidak mengalami vaksinasi secara penuh. Karena, sebagian besar keluhan orangtua adalah waktu untuk mengantar bolak - balik ke fasilitas kesehatan hanya untuk mendapat imunisasi. Selain itu waktu pemberian juga tidak seketat pemberian vaksin biasa. Hal ini memudahkan masyarakat yang susah akses ke pusat layanan kesehatan.

'Aisyiyah Jawa Barat bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung, beberapa ortom dan organisasi muslimah lainnya (muslimat, mubaligh/mubalighat) mengadakan sebuah sosialisasi penggunaan vaksin pentavalen kepada puskesmas - puskesmas yang ada di Kota Bandung. Acara yang diselenggarakan oleh PDA kota Bandung dilaksanakan pada 7 September 2015 di Hotel Grand Serela Riau. Acara yang dimulai dari pukul delapan pagi ini menyajikan tiga materi menarik. Mulai dari imunisasi dalam prespektif islam yang disampaikan Dra. Chairunnisa,M.Kes. Materi kedua oleh Dinkes Kota Bandung membahas tentang PD3I (Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi) yang disampaikan oleh dokter Susatio. Materi selanjutnya tentang Peran Promkes Dalam Mendukung Peningkatan Cakupan Imunisasi yang disampaikan oleh Muhani,SKM,M.Kes. Serta dilakukan sosialisasi mengenai penggunaan dan manfaat vaksin pentavalen ini. Selain di Kota Bandung acara yang sama juga diselenggarakan di Kota Garut. Acara yang diselenggarakan sehari setelah pelaksanaan di Kota Bandung ini mengusung tema dan materi yang sama.Acara di kota Garut juga terbilang sukses karena mampu menghadirkan 90 peserta dari berbagai elemen terutama penyelenggara fasilitas kesehatan.

Harapannya jalinan kerjasama ini dapat memperluas manfaat dan membuka mata masyarakat bahwa program imunisasi sangatlah penting bagi kelangsungan hidup para penerus perjuangan kita. Bahwa kesehatan anak bukanlah hal yang dapat diabaikan begitu saja. 

Shared Post: