'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Profil
MAMPU - Program penguatan perempuan yang memperkuat kelembagaan-
21 April 2016 11:21 WIB | dibaca 1266

Pemanfaatan program untuk penguatan kelembagaan. (Dalam program : MAMPU ‘Aisyiyah Jawa Barat)

‘Aisyiyah merupakan organisasi masyarakat muslim yang memiliki peran dalam membangun peradaban. Terutama dimulai dari kaum perempuan mengingat ‘Aisyiyah adalah ormas untuk para wanita muslimah. Kiprahnya selama ini dalam membantu pemerintah memajukan masyarakat perempuan Indonesia sudah diakui banyak pihak. Karena itu banyak yang akhirnya mempercayakan ‘Aisyiyah sebagai partner pelaksana program yang mereka miliki. Tapi terkadang semangat ingin membantu penyuksesan sebuah program memalingkan kita dari penguatan kelembagaan yang sejatinya merupakan ruh gerakan ‘Aisyiyah untuk mempertahankan eksistensinya sebagai sebuah organisasi. Menyadari hal tersebut Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah mengambil sebuah kebijakan dimana pelaksanaan sebuah program harus memiliki kebermanfaatan bagi penguatan kelembagaan organisasi.

Salah satu program yang dipercayakan kepada Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Barat adalah program MAMPU.  MAMPU yang merupakan program pengentasan kemiskinan perempuan Indonesia yang didanai oleh Pemerintah Australia dan bekerjasama dengan pemerintah Indonesia serta berbagai elemen organisasi masyarakat lainnya mempercayakan kepada ‘Aisyiyah sebagai partnernya dan Jawa Barat khususnya di Kabupaten sebagai salah satu wilayah programnya. Pelaksanaan program ini ternyata merupakan peluang yang baik bagi daerah program untuk menguatkan kelembagaan dan keorganisasian. Program awal yang dipercayakan adalah terkait sosialisasi mengenai kesehatan reproduksi perempuan. Dalam perkembangannya pola yang diterapkan program MAMPU dalam pendekatan ke masyarakat, pembentukan kepemimpinan perempuan dan membangun jejaring dengan pihak – pihak yang dapat memberi dukungan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk daerah program mengembangkan dan memperkuat sistem kelembagaan mereka.

Pembentukan kelompok – kelompok masyarakat kecil dimanfaatkan untuk mengaktifkan kembali program gerakan jama’ah da’wah jama’ah (GJDJ) di daerah – daerah program. Seperti di Cirebon lokasi daerah program yang diberikan hanya meliputi enam desa, dan ternyata di enam desa tersebut sudah mulai terbentuk kelompok – kelompok pengajian rutin yang juga aktif menghasilkan nilai – nilai positif baik bagi diri sendiri juga bagi lingkungannya. Kelompok – kelompok ini tiap bulannya rutin berkumpul di dalam sebuah wadah yang dinamai Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA). Pemanfaatan program untuk penguatan kelembagaan. (Dalam program : MAMPU ‘Aisyiyah Jawa Barat)

‘Aisyiyah merupakan organisasi masyarakat muslim yang memiliki peran dalam membangun peradaban. Terutama dimulai dari kaum perempuan mengingat ‘Aisyiyah adalah ormas untuk para wanita muslimah. Kiprahnya selama ini dalam membantu pemerintah memajukan masyarakat perempuan Indonesia sudah diakui banyak pihak. Karena itu banyak yang akhirnya mempercayakan ‘Aisyiyah sebagai partner pelaksana program yang mereka miliki. Tapi terkadang semangat ingin membantu penyuksesan sebuah program memalingkan kita dari penguatan kelembagaan yang sejatinya merupakan ruh gerakan ‘Aisyiyah untuk mempertahankan eksistensinya sebagai sebuah organisasi. Menyadari hal tersebut Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah mengambil sebuah kebijakan dimana pelaksanaan sebuah program harus memiliki kebermanfaatan bagi penguatan kelembagaan organisasi.

Salah satu program yang dipercayakan kepada Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Barat adalah program MAMPU.  MAMPU yang merupakan program pengentasan kemiskinan perempuan Indonesia yang didanai oleh Pemerintah Australia dan bekerjasama dengan pemerintah Indonesia serta berbagai elemen organisasi masyarakat lainnya mempercayakan kepada ‘Aisyiyah sebagai partnernya dan Jawa Barat khususnya di Kabupaten sebagai salah satu wilayah programnya. Pelaksanaan program ini ternyata merupakan peluang yang baik bagi daerah program untuk menguatkan kelembagaan dan keorganisasian. Program awal yang dipercayakan adalah terkait sosialisasi mengenai kesehatan reproduksi perempuan. Dalam perkembangannya pola yang diterapkan program MAMPU dalam pendekatan ke masyarakat, pembentukan kepemimpinan perempuan dan membangun jejaring dengan pihak – pihak yang dapat memberi dukungan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk daerah program mengembangkan dan memperkuat sistem kelembagaan mereka.

Pembentukan kelompok – kelompok masyarakat kecil dimanfaatkan untuk mengaktifkan kembali program gerakan jama’ah da’wah jama’ah (GJDJ) di daerah – daerah program. Seperti di Cirebon lokasi daerah program yang diberikan hanya meliputi enam desa, dan ternyata di enam desa tersebut sudah mulai terbentuk kelompok – kelompok pengajian rutin yang juga aktif menghasilkan nilai – nilai positif baik bagi diri sendiri juga bagi lingkungannya. Kelompok – kelompok ini tiap bulannya rutin berkumpul di dalam sebuah wadah yang dinamai Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA). BSA yang sudah terbentuk ini akhirnya mengenalkan juga gerakan 'Aisyiyah kepada masyarakat yang selama ini belum paham mengenai apa 'Aisyiyah itu. Mereka yang tergabung dalam BSA akhirnya memilih untuk mengikuti program - program yang dicanangkan 'Aisyiyah dengan menjadi anggotanya, seiring dengan perkembangan BSA tadi akhirnya berubah menjadi ranting. Adanya program MAMPU tidak hanya berefek kepada desa binaan saja, tetapi juga beberapa desa lain yang ada di daerah program. Kabupaten Cirebon dapat membentuk empat Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) baru dan 14 PRA baru serta 6 Bina Usaha Keluarga 'Asiyiyah (BU-EKA) dengan basis BSA juga 1 PAUD 'Aisyiyah. Kabupaten Cianjur juga mampu membentuk empat PCA dan 10 PRA baru serta 2 unit BU-EKA dan 1 Madrasah Diniyah. Keberhasilan tersebut meningkatkan semangat PWA Jabar untuk terus menyebarkan pola program ini agar dapat direplikasi di daerah - daerah lain. Beberapa rencana pengembangan sudah disusun agar kebermanfaatannya lebih luas dapat dirasakan oleh masyarakat. Salah satu yang sudah berjalan adalah di daerah Kabupaten Bandung tepatnya di Desa Arjasari dan Pinggirsari. 

Kegiatan Penguatan Kelembagaan

Selain itu ternyata program ini juga mampu memperluas jejaring 'Aisyiyah dengan pihak luar, baik pemerintah sebagai pemegang keputusan, dewan sebagai pembuat kebijakan, pihak swasta sebagai penyedia dana, juga dengan organisasi lainnya yang punya cita - cita luhur ingin memajukan bangsa ini. Seperti yang didapatkan di Cirebon dan Cianjur, dengan adanya program ini PDA (Pimpinan Daerah 'Aisyiyah) Cirebon dan Cianjur memiliki kesempatan untuk mempererat jaringan dengan beberapa dinas terkait contohnya Dinas Kesehatan, dan juga menambah jaringan dengan DPRD setempat.

Kegiatan Berjejaring

Semoga program ini dapat menjadi contoh, bahwasannya sebuah program tidak hanya untuk diselesaikan tetapi harus memberi manfaat terutama bagi pengembangan dan penguatan kelembagaan organisasi khususnya 'Aisyiyah. Satu hal lagi, jika memang dirasakan bermanfaat maka keberlangsungan program tersebut harus terus dijaga dan bahkan jika memungkinkan direplikasi di daerah - daerah lainnya. 

Shared Post: