'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Profil
Warga Kandon Tak Perlu Jauh-Jauh Lagi TES IVA
21 April 2016 22:26 WIB | dibaca 896

Setelah ‘Aisyiyah menggerakkan program kesehatan reproduksi dengan dengan mengadakan sosialisasi di Balai Sakinah ‘Aisyiyah  dan  menginisiasi deteksi dini kanker serviks melalui Tes IVA,  perubahan mulai dirasakan oleh kelompok perempuan di Desa Krandon dan Desa Sampiran, Kecamatan Talun. Kini, tanpa harus menempuh jarak 20 km, perempuan di kedua desa itu sudah bisa melakukan Tes IVA. Mereka cukup datang ke Polindes di masing-masing desa pada minggu pertama setiap bulan.  

Krandon dan Sampiran adalah dua desa yang termasuk daerah tertinggal di Kecamatan Talun, Cirebon. Talun sendiri secara geografis memiliki wilayah yang luas dan dihuni oleh masyarakat dengan beragam mitos mengenai isu-isu kesehatan reproduksi. Salah satunya kewajiban mutih bagi perempuan melahirkan. Mutih sendiri sendiri adalah larangan memakan makanan berbau amis seperti telur dan ikan. Untuk mengakses layanan kesehatan, sehari-hari warga desa mengandalkan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Ciperna yang harus ditempuh melalui infrastruktur seadanya. Pustu Ciperna sendiri merupakan Pustu yang bertugas untuk membina Polindes Krandon, Sampiran, dan empat desa lainnya.

Meskipun menjadi Pustu andalan, layanan Tes IVA sebagai deteksi dini kanker serviks belum menjadi layanan yang bisa diakses kapan saja meski kanker serviks menjadi penyebab kedua terbanyak kematian pada perempuan. Tes IVA mulai diwacanakan ketika Pustu dipimpin oleh dr. Devi pada 2014 lalu. Pengelola Pustu kemudian merealisasikan program dengan cara meminta kader kesehatan desa untuk mengajak warga Tes IVA, saat diadakan tes IVA gratis di puskesmas. Desi, kader kesehatan desa Krandon bercerita, “Saat itu, saya diberi tahu untuk mengajak warga ikut tes IVA. Katanya, kalau banyak yang ikut akan diangkut dengan mobil Ambulans. Desi pun mencoba mengajak warganya ikut tes IVA tanpa ia tahu apa itu tes IVA dan apa manfaatnya. “Ibu-ibu yang diajak malah balik tanya IVA itu apa?” ujar Desi. Akhirnya, tak ada warganya yang mengikuti tes IVA sebagaimana dianjurkan Puskesmas.

Sejak masuknya program kesehatan reproduksi yang digerakkan oleh ‘Aisyiyah di Desa Krandon yang melibatkan juga IBu Desi sebagai motivator desa, dimulailah sosialisasi kesehatan reproduksi bagi perempuan melalui Balai Sakinah ‘Aisyiyah yang ada di desa Krandon, termasuk tentang deteksi dini kanker serviks melalui tes IVA. Warga perempuan Desa Krandon mulai mengerti apa itu IVA, dan bersedia melakukan tes IVA.

Pada Januari 2015, ‘Aisyiyah menyelenggarakan pelatihan pemeriksaan IVA & Pap Smear bagi tenaga kesehatan. Tiga orang peserta di antaranya merupakan bidan dari Pustu Ciperna. Saat berlangsung pelatihan, sebanyak 40 perempuan usia subur mendapatkan layanan tes IVA, dan disambut antusias, sehingga makin bertambah perempuan yang memeriksakan diri ke Pusu untuk melakukan tes IVA.

Antusiasme tersebut mendorong pengelola Pustu Ciperna untuk lebih mendekatkan layanan Tes IVA sampai ke Polindes yang ada di Sampiran dan Krandon. Sosok dr. Devi selaku Kepala Pustu menjadi mitra yang akomodatif dalam upaya mendekatkan akses Tes IVA di Polindes. Bersama ‘Aisyiyah, pengelola baru Pustu Ciperna bersedia mendatangkan bidan secara rutin ke Polindes Krandon dan Sampiran. Tes diadakan pada minggu pertama setiap bulan dengan syarat minimal ada 10 perempuan yang mendaftar Tes IVA.  Untuk mengurangi beban biaya pemeriksaan, ‘Aisyiyah bersama pengelola Pustu Ciperna mendorong warga peserta JKN untuk memanfaatkan layanan Tes IVA secara gratis.

Warga desa Krandon yang semula enggan mengikuti tes IVA karena minimnya informasi tentang tes IVA, justru tertarik mengikuti tes IVA setelah dilakukan sosialisasi di BSA. Anggapan haram membuka aurat saat tes IVA, kekhawatiran akan hasil tes IVA, dan keluhan jauhnya jarak Pustu tempat melakukan tes IVA perlahan dapat diatasi. Berkat dorongan motivator dan kader, sebanyak 110 perempuan dari desa Krandon telah melakukan tes IVA di Polindes. Hal penting lainnya, mereka telah memanfaatkan JKN untuk mengakses layanan IVA secara gratis.

Shared Post: